FITNESS & HEALTH

Mengenal Penyakit Gonore dan Cara Penanganannya

Raka Lestari
Jumat 07 Agustus 2020 / 09:37

Jakarta: GO disebabkan oleh infeksi bakteri infeksi Neisseria Gonorrhoeae dan dapat menular dari orang ke orang. Bakteri ini ditularkan ketika melakukan kontak seksual dengan orang yang terinfeksi atau melakukan kontak dengan cairan tubuh mereka, baik secara vaginal maupun anal. Bahkan, dapat menular dari ibu kepada anak selama proses persalinan. 

“Kurangnya data pelaporan resmi di Indonesia akibat survei yang kurang menyeluruh dan periodik menyebabkan tidak tersedianya data akurat untuk prevalensi GO di Indonesia. Tetapi, menurut data terakhir dari WHO, pada tahun 2018 terdapat 98 juta kasus baru gonore,” ujar dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia dalam Virtual Media Briefing “Mungkinkah Gonore Bisa Sembuh?”

Menurutnya, terjadi peningkatan yang tajam dibanding pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu sebesar 62 juta kasus pada tahun 1999 dan 88 juta kasus pada tahun 2005.

Diperkirakan terdapat sekitar 2 juta kasus baru di Indonesia setiap tahunnya. Sedangkan, di Amerika Serikat angka kejadian GO merupakan Infeksi Menular Seksual ke-2 terbanyak setelah Chlamydia. 

“Pada umumnya, sama seperti kasus penyakit infeksi menular seksual lainnya, faktor rasa malu selalu menjadi kendala bagi pasien untuk mulai menjalani pengobatan. Padahal infeksi gonore bila didiagnosis dan mendapat terapi dengan benar dan tepat, maka masa pengobatan cukup singkat dan penyembuhan akan bersifat tuntas. Maka akan lebih baik jika segera dikonsultasikan pada dokter spesialis kulit dan kelamin,” tutur dr. Anthony.

embed

(Gonore merupakan penyakit kelamin yang disebabkan infeksi bakteri infeksi Neisseria Gonorrhoeae dan dapat menular dari orang ke orang. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Dapatkah gonore disembuhkan?

dr. Anthony mengungkapkan sebenarnya jarang terjadi kekambuhan pada infeksi gonore bila ditangani dengan benar dan tepat. Kecuali, jika pasien mendapat infeksi baru melalui kontak seksual lainnya atau terdapat ko-morbiditas dengan penyakit infeksi menular seksual lain, yaitu infeksi Chlamydia. Maka, pengobatan penting dilakukan secara rutin.

Pengobatan utama untuk penyakit gonore adalah pemberian antibiotik karena penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Perlu diingat, tidak hanya penderita saja yang perlu diobati, tetapi pasangan seksual dari penderita juga perlu diobati karena kemungkinan besar mereka juga menderita gonore.

Bahkan, ketika seseorang sudah merasa lebih baik, penderita masih perlu mengikuti instruksi dan menggunakan semua antibiotik yang dianjurkan dokter.

Gonore Bisa Meningkatkan Risiko Infeksi Janin dan Kemandulan

Gonore merupakan penyakit kelamin yang disebabkan infeksi bakteri infeksi Neisseria Gonorrhoeae dan dapat menular dari orang ke orang.

Bakteri ini tertarik pada selaput lendir dari tubuh atau pada daerah hangat dan lembap di saluran reproduksi, seperti leher rahim, saluran rahim, dan saluran tuba pada wanita, dan di uretra pada wanita dan laki-laki.

“Pilek pada alat kelamin atau GO yang dibiarkan berkembang pada akhirnya akan mengakibatkan berbagai risiko berbahaya. GO yang tidak terdiagnosis dan tidak mendapat pengobatan secara benar dapat menyebabkan komplikasi dari ringan hingga berat,” jelas dr. Anthony. 

Berdasarkan lokasi anatomis, komplikasi GO dapat terjadi pada genital dan sekitarnya (seperti saluran kemih, panggul dan kandungan) dan ekstra genital (faring/saluran menelan, selaput lendir mata/konjungtiva, sendi). Infeksi GO berat dan lanjut pada wanita dapat menyebabkan penularan infeksi GO ke bayi saat proses melahirkan dan infertilitas (kemandulan). 

embed

(Wanita hamil yang mengidap penyakit ini bahkan bisa langsung menginfeksi bayi mereka, khususnya saat proses persalinan. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Sebagian besar wanita hamil tidak menunjukkan gejala ketika ia mengalami penyakit ini sehingga memang agak sulit terdeteksi. Kalau pun ada, gejalanya bisa mirip seperti keluhan yang dapat terjadi dalam kehamilan biasa, seperti keputihan, perdarahan, atau muncul bercak darah pada vagina. 

dr. Anthony juga mengatakan bahwa infeksi gonokokus pada wanita hamil yang tidak segera diobati banyak sekali dikaitkan dengan keguguran, kelahiran prematur dan berat lahir rendah, ketuban pecah dini, korioamnionitis, atau komplikasi kehamilan lainnya, sehingga bisa menginfeksi janin.

Wanita hamil yang mengidap penyakit ini bahkan bisa langsung menginfeksi bayi mereka, khususnya ketika proses persalinan, hal tersebut terjadi karena bayi bersentuhan langsung dengan sekresi genital dari ibunya.


(yyy)