FITNESS & HEALTH

Pengidap Asma dan Hipertensi Perhatikan Ini sebelum Yoga

Sunnaholomi Halakrispen
Senin 10 Februari 2020 / 11:08

Jakarta: Pengidap asma dan hipertensi tidak boleh melakukan aktivitas yang membahayakan bagi pernapasan atau jantung mereka. Sehingga, pemilihan dalam berolahraga pun harus sangat selektif ya. Nah, yoga termasuk olahraga yang boleh dilakukan untuk pengidap asma dan hipertensi. 

Fitri Tasfiah selaku Certified Yoga Teacher and Thriatlete menyatakan, yoga justru baik untuk pengidap asma. Begitu juga untuk para pengidap gangguan jantung.

Namun, harus disesuaikan dengan kondisi jantung yang bersangkutan, jenis apa dan seberapa parah. Sebelum melakukan yoga, kamu bisa menanyakan kondisi detail jantungmu terlebih dulu ke dokter spesialis.  

"Olahraga itu bagus, kecuali untuk orang yang dalam kondisi tertentu. Misalnya, dia tidak boleh mudah capek karena nantinya akan pengaruh ke jantungnya dan tergantung gangguan jantungnya apa," ujar Fitri di Tea Addict Lounge and Resto, Jakarta Selatan.

Ia menekankan, apabila merasa aman bisa lanjutkan yoga. Akan tetapi, sebaiknya periksakan kesehatan terlebih dahulu, agar tahu gerakan mana saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. 

"Kalau untuk yang memiliki penyakit, paling gerakan-gerakan tertentu saja yang disesuaikan. Tapi kalau yoga enggak ada batasan untuk orangtua ataupun muda," paparnya.

embed

(Fitri mengatakan pernapasan yoga kayak kapalbhati itu harus dihindari oleh orang hipertensi dan ibu hamil. Karena, ada tekanan dalam gerakan-gerakannya. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)

Kelas yoga sendiri ada banyak macamnya, tergantung pada teknik yoga yang dipilih. Oleh karena itu, konsultasikan kepada coach atau pelatih yoga kamu tentang bagaimana kondisi jantung atau tingkat asma yang dimiliki, sesuai dengan pemaparan dokter ahli tentunya.

"Bisa dibilang latihan napas saja enggak apa-apa. Tapi ada yang namanya pernapasan yoga kayak kapalbhati itu harus dihindari oleh orang hipertensi dan ibu hamil. Karena, ada tekanan dalam gerakan-gerakannya," jelasnya.

"Kapalbhati takutnya membuat kontraksi, karena dia memacu jantung juga. Tapi, untuk yang darah rendah kapalbhati justru bagus," jelas Fitri. 


(yyy)