FITNESS & HEALTH

Kiat Menjalani Yoga untuk Ibu Hamil

Sunnaholomi Halakrispen
Senin 10 Februari 2020 / 14:59

Jakarta: Ibu hamil (Bumil) disarankan menjalani pola hidup sehat, salah satunya dengan rutin melakukan olahraga. Yoga bisa menjadi referensi ibu hamil untuk berolahraga. Namun, sebelum memulai yoga ada sejumlah tips yang harus diperhatikan.

"Ibu hamil yang penting gerakannya pertama tidak ada penahanan perut. Mungkin ke inversion, kayak hand stand atau head stand sebaiknya jangan," ujar Fitri Tasfiah selaku Certified Yoga Teacher and Thriatlete, di Tea Addict Lounge and Resto, Jakarta Selatan, Jumat, 7 Februari 2020.

Sebab, akan sangat berbahaya dan terlalu berisiko. Kemudian, untuk gerakan seperti itu ada kontraksi dan core. Gerakan itu justru yang harus dihindari oleh para ibu hamil.

"Lalu, ada gerakan yang harusnya lurus, dibuka kakinya, ditekuk sedikit, tidak boleh terlalu membebani juga. Kalau napas sudah mulai enggak teratur, harus rileks," paparnya.

Yoga untuk ibu hamil diharapkan bisa mengarahkan mereka untuk bisa merasa rileks. Jangan terlalu dipaksakan, karena pikiran mereka tidak boleh dibuat stres.

embed

(Fitri mengatakan Bumil yang penting gerakan yoganya pertama tidak ada penahanan perut. Mungkin ke inversion, kayak hand stand atau head stand sebaiknya jangan dilakukan. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

"Kondisi hamil masing-masing orang kan berbeda, kalau biasa olahraga jadinya bisa lebih kuat. Tapi ada juga yang enggak biasa olahraga jadi agak rentan. Yoga pun terdiri dari banyak jenis. Pemilihan jenisnya harus menyesuaikan kondisi fisik masing-masing ibu hamil. Diantaranya, menyesuaikan kondisi tulang dan penyakit yang diderita, seperti asma, hipertensi, jantung, dan lain sebagainya," tutur Fitri. 

"Kalau latihan napas pilih yang tarik napas biasa pranayama, itu enggak apa-apa. Jangan pilih yang kapalbhati. Karena, pranayama bisa membantu atur napas menjelang melahirkan," sarannya. 

Yang boleh dan tidak dilakukan Bumil saat Yoga

Hamil besar sekitar bulan ketujuh merupakan kondisi kehamilan yang butuh kehati-hatian ekstra. Meskipun menjalankan yoga dinilai aman bagi ibu hamil, ada sejumlah hal yang sebaiknya boleh dan tidak boleh dilakukan.

Pertama, pahami diri apakah sebelum hamil sudah terbiasa melakukan aktivitas olahraga atau tidak terbiasa sebelumnya. Bagi wanita yang sudah terbiasa olahraga, saat hamil akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan aktivitas yoga.

"Untuk orang hamil dia luar biasa sih. Bisa gerakan banyak, walaupun kita bantu dengan kasih penyanggah supaya tidak jatuh," papar Fitri.

Yoga dinilai baik untuk ibu di usia kehamilan empat bulan hingga menjelang melahirkan. Hal yang tidak boleh diterapkan, ialah melakukan gerakan yang memicu kontraksi. Jangan memaksakan diri ketika perut mulai tertekan atau merasa ada tekanan.

"Penahanan perut atau pengencangan perut itu dihindari, jangan terlalu memberi tekanan. Lalu, enggak mungkin orang hamil suruh cium lutut sampai bawah. Dia kan ada beban di perutnya," ujarnya. 

Oleh karena itu, kalau hamil biasanya diberikan bantalan sebagai penyangga oleh coach yoga. Posisi tubuh pun diupayakan miring bukan terlentang. 

embed

(Yoga dinilai baik untuk ibu di usia kehamilan empat bulan hingga menjelang melahirkan. Hal yang tidak boleh diterapkan, ialah melakukan gerakan yang memicu kontraksi. Jangan memaksakan diri ketika perut mulai tertekan atau merasa ada tekanan. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Hal tersebut agar tulang punggung tidak terbebani saat melakukan gerakan yoga dengan posisi tiduran. Tips selanjutnya, apabila merasa lelah jangan paksakan melanjutkan yoga. Sebaliknya, istirahatlah beberapa waktu.

Kalau napas sudah tidak beraturan atau pusing, lebih baik istirahat. Karena nanti berpengaruh juga pada bayinya, kalau ibunya stres nanti bayinya akan tres juga. Olah napas yang lebih menenangkan, relaxing, dan stretching, sangat diperlukan oleh ibu hamil besar saat menerapkan yoga. Sebab, terdapat gerakan pembukaan untuk di bagian pinggul, tulang panggul, dan ototnya pun perlu dikuatkan.

"Bahkan ada yang sudah mau lahiran masih yoga karena dia ingin normal, dan punya masalah skoliosis. Untungnya dia memang sebelumnya rajin olahraga, jadi sudah terbiasa, dan hasilnya lahiran normal," ungkap Fitri.  


(yyy)