FAMILY

Ini Sebabnya Orang Tua Merasa Lebih Kesepian Saat Isolasi

Raka Lestari
Jumat 22 Mei 2020 / 12:06

Jakarta: Melakukan isolasi mandiri di rumah untuk mencegah penyebaran covid-19 tentu memiliki dampak bagi semua orang, tidak terkecuali orang yang sudah tua. Banyak orang tua yang selama pandemi ini merasa lebih kesepian, terutama mereka yang sudah tinggal sendiri sebelumnya.

Studi mengenai covid-19 dari Chinese Centre for Disease Control and Prevention (CDC), yang dipublikasikan pada bulan Februari di Chinese Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa tingkat kematian secara keseluruhan sekitar 2,3 persen.

Dan, menemukan bahwa terjadi kenaikan sekitar 3,6 persen pada orang-orang yang berusia 60 – 69 tahun, meningkat menjadi 8 persen pada usia 70 – 79 tahun dan 14,8 persen pada mereka yang berusia 80 tahun ke atas.

Studi tersebut juga mengidentifikasi penyakit mana yang menempatkan tingkat risiko penyakit yang lebih parah pada pasien dengan penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit pernapasan kronis, dan hipertensi.

embed

(Sebelum terjadi pandemi, orang tua bisa dengan mudah berkumpul dengan teman-temannya dan melakukan aktivitas bersama di komunitas mereka atau melakukan traveling bersama teman-temannya. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

“Kekhawatiran akan penyebaran virus dan dampak serius pada orang yang berusia lanjut, menyebabkan banyak keluarga lebih sedikit menghabiskan waktu bersama,” kata psikolog klinis Hannah Reidy, kepala eksekutif Mind Hong Kong, sebuah badan amal yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental.

Menurut Reidy, social distancing ini membantu orang-orang dalam mencegah penyebaran virus, terutama pada orang dewasa dan lanjut usia. Tetapi, kekurangan koneksi sosial dengan keluarga terutama jika anggota keluarga tinggal terpisah dapat menyebabkan efek negatif pada kesejahteraan mental. 

Ia juga menambahkan bahwa kesepian adalah faktor yang berkontribusi pada masalah kesehatan mental dan sebagai hasilnya dapat menimbulkan masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, bahkan penurunan kemampuan kognitif.

“Sebelum terjadi pandemi, orang tua bisa dengan mudah berkumpul dengan teman-temannya dan melakukan aktivitas bersama di komunitas mereka atau melakukan traveling bersama teman-temannya. Akan tetapi ketika pandemi mengacaukan rutinitas mereka sehingga menyebabkan orang tua lebih banyak menghabiskan waktu sendiri,” tutup Reidy.


(yyy)