FAMILY

Trik Jitu Atasi Kesepian Selama Isolasi Mandiri

Sunnaholomi Halakrispen
Rabu 22 April 2020 / 13:56

Jakarta: Siapapun pasti merasa sangat terpukul selama isolasi mandiri karena pandemi covid-19. Terutama, mungkin bagi mereka yang hidup sendiri, lajang atau single. 

Namun, jangan khawatir kamu tidak sendirian. Dilansir dari WebMD, pada 2017, Biro Sensus melaporkan bahwa 45 persen dari semua orang Amerika adalah lajang, baik bercerai, janda, atau tidak pernah menikah. Beberapa orang hidup dengan orang lain, tetapi banyak juga yang hidup sendiri.

Menurut Leslie Becker-Phelps, Ph.D selaku psikolog, hanya dengan mengetahui hal itu tidak akan meredakan kesepianmu. Tetapi, setidaknya dapat membantu memperkuat diri bahwa orang lain berada di kapal yang sama. 

"Selain mengetahui hal ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meredakan kesepian Anda. Pertama, ingatlah bahwa Anda tidak perlu menunggu sampai Anda menjadi bagian dari pasangan untuk merasa terhubung," tutur Leslie.

Kamu dapat merasakan bagian dari sesuatu yang lebih besar dengan memberikan dirimu kepada orang yang kamu cintai, individu yang membutuhkan, serta kepada badan amal. Jadi, kamu dapat terhubung dengan benar-benar hadir bersama orang-orang yang tinggal bersamamu atau saat mengobrol video dengan keluarga atau teman. 

"Anda juga dapat menawarkan diri untuk menyemangati orang lain yang sedang berjuang. Anda bisa berbicara di telepon atau melalui video dengan seseorang yang terisolasi, berjuang dengan sesuatu yang menyakitkan seperti kematian orang yang dicintai atau orang yang sakit kesehatan fisiknya," paparnya.

embed

(Jika kamu menemukan seseorang yang menarik minat, teruslah dekati mereka melalui telepon atau bahkan panggilan video. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)

Bisa juga dengan memelihara anjing dari tempat penampungan. Semua cara ini dapat membantu meringankan rasa kesepian. Ini juga dapat membantu mengurangi kecemasan karena memberdayakan kamu untuk memiliki pengaruh positif sementara waktu.

Biarkan rasa sedihmu dan terimalah dukungan dari orang lain. Jika kamu merasa kesepian atau sedih, terimalah perasaan itu. Bicaralah pada diri sendiri, seperti halnya kamu akan menjadi teman yang baik dengan berbelas kasih terhadap rasa sakit. 

Berbicara dengan mereka yang peduli denganmu, memberi mereka kesempatan untuk menghibur dan untuk merasa baik tentang diri mereka sendiri untuk menjadi teman yang baik. Pikirkan juga tentang harapan. 

Ketika orang bukan bagian dari pasangan, mereka dapat dengan mudah membayangkan bahwa orang lain dengan senang hati menikmati kenyamanan rumah bersama dengan keluarga. Kenyataannya jauh lebih indah. Banyak orang lajang, berpisah, bercerai, menikah dengan tidak bahagia, atau menjanda. 

embed

(Teruslah berkencan. Sebagian besar kencan hari ini terjadi secara online. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Mereka yang menikah bahagia mungkin memiliki penyakit serius, memiliki orang-orang yang tinggal bersama mereka yang membutuhkan bantuan mereka. Mereka mungkin mengalami masalah keuangan atau konflik besar dalam keluarga mereka.

Refleksi ini tidak akan mengubah situasimu tentunya. Tetapi, setidaknya dapat membantu kamu merasa kurang terisolasi atau berbeda dari manusia lainnya hanya karena perjuangan yang terasa begitu berat.

Selain itu, teruslah berkencan. Sebagian besar kencan hari ini terjadi secara online. Jadi, kamu dapat menggunakan waktu isolasi di rumah ini untuk menjelajahi mitra potensial dalam hal percintaan. Jika kamu menemukan seseorang yang menarik minat, teruslah dekati mereka melalui telepon atau bahkan panggilan video.

"Pada akhirnya, kebahagiaan Anda secara keseluruhan tidak bergantung pada apakah Anda memiliki pasangan. Kebahagiaan Anda tergantung pada apa yang Anda lakukan dengan hidup Anda dan bagaimana Anda memelihara hubungan secara baik selama isolasi di rumah dan di luarnya," pungkasnya.


(yyy)