FITNESS & HEALTH

Kiat Bermeditasi Saat Karantina di Rumah untuk Pemula 

Sunnaholomi Halakrispen
Kamis 14 Mei 2020 / 19:37

Jakarta: Karantina atau isolasi di rumah selama pandemi covid-19 mungkin akan membuat kamu merasa stres. Apalagi, kasus covid-19 telah meningkatkan rasa takut terhadap kuman dan menyebabkan banyak kecemasan yang tidak diinginkan.

Sementara, menjadi terbiasa bekerja dari rumah juga telah memperkenalkan banyak masalah bagi beberapa orang, seperti menghabiskan jam kerja dengan duduk di sofa atau kasur. Belum lagi ketika ditemani dengan beragam camilan yang kaya gula.

Salah satu cara agar kamu tetap bisa waras selama karantina di rumah ialah dengan melakukan meditasi. Sarah McLean, pelatih utama di Institut Meditasi McLean, mengatakan bahwa pihaknya telah menawarkan meditasi tiga kali sehari secara online. Hingga kini, lebih dari 100 orang dari seluruh dunia bergabung dengan mereka untuk setiap sesi.

"Mereka menemukan komunitas online dan 'sendirian bersama' membuat hari mereka lebih mudah. Beberapa lebih tua dan orang yang hidup sendiri, yang lain bergabung dari kantor baru mereka yang berada di dalam rumah masing-masing," ujarnya dikutip dari Reader's Digest.

Singkatnya, ini adalah salah satu hal paling menenangkan namun sangat produktif yang dapat kamu lakukan ketika terjebak di dalam rumah. Berikut sejumlah tips saat bermeditasi yang bisa kamu terapkan di rumah, seperti: 

1. Memilih aplikasi

Pertama, pilihlah aplikasi yang sesuai dengan selera. Mungkin kamu tidak memiliki disiplin untuk bermeditasi sendiri. Kamu pun membutuhkan panduan, maka telusurilah beberapa aplikasi meditasi terkemuka dengan instruktur yang bisa melatih dengan sesuai keinginanmu. 

Kemudian, sebelum berlatih, persiapkan diro beserta perlengkapan untuk menunjang meditasi pertama. Letakkan matras yoga di ruang tamu atau ruang apapun di rumah. Upayakan kamu mendapatkan pancaran sinar matahari untuk memperoleh manfaat baiknya.

embed

(Ketika kita bermeditasi, kita sedang membalikkan kerusakan biologis yang disebabkan oleh stres dan trauma. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

2. Tetap fokus

Ketika duduk bersila di atas matras yoga, hilangkan rasa cemas atau khawatir karena ini kali pertama. Tekan tombol mulai pada aplikasi meditasi yang telah kamu pilih sebelumnya, lalu dengan perlahan, tutup mata sambil menarik napas panjang. 

Dalam beberapa menit pertama, pelatih akan menggambarkan angin puyuh dengan iringan musik piano yang rileks, menandakan meditasi dimulai. Suara instruktur pun akan menenangkan, menuntun kamu setiap menit dengan kata-kata bimbingannya, yang mengarahkan kamu untuk tetap fokus dan mengingatkan bahwa kamu baik-baik saja.

Sementara itu, bukan rahasia lagi bahwa meditasi telah terbukti mengurangi stres dan kecemasan secara efektif, serta memberikan sejumlah manfaat penambah kekebalan tubuh. Ketika kita bermeditasi, kita sedang membalikkan kerusakan biologis yang disebabkan oleh stres dan trauma.

"Konsentrasi, perhatian, dan meditasi ekspresif, semuanya menyeimbangkan respons melawan-atau-lari sistem saraf simpatik dan aktivitas tenang di amigdala, pusat otak emosional yang bertanggung jawab atas rasa takut dan kemarahan," jelas Dr. James S. Gordon, MD, psikiater sekaligus profesor klinis di Georgetown Medical School dan pendiri Center for Mind-Body Medicine.

Setelah beberapa hari bermeditasi, kamu bisa merasakan efek riak yang dimiliki meditasi terhadap kesehatan mental dan kemampuan untuk menenangkan saraf. Hal itu akan mendorong kamu untuk tetap fokus menjalani hari dibandingkan cemas tentang masa depan yang belum jelas. 

"Membangun keseimbangan biologis ini menenangkan respons stres, menurunkan hormon stres, dan membuat kita kurang rentan terhadap penyakit fisik dan psikologis kronis, termasuk peradangan yang dapat memainkan peran destruktif dalam mempercepat penyakit dan membahayakan respons kekebalan tubuh kita," pungkas Gordon. 


(yyy)