FEATURE

Chef Yutaka Sasaki, 45 Tahun Terampil Tangani Menu Ikan Beracun

Raka Lestari
Kamis 21 Mei 2020 / 22:56

Jakarta: Nyonya Puff adalah salah satu teman dalam kartun Spongebob. Tapi dalam dunia nyata, ikan yang jika merasa terancam membesarkan diri mirip balon ini ternyata beracun. Dan tak sembarangan orang bisa mengolahnya. 

Blowfish atau ikan fugu di Jepang memiliki cukup banyak penggemar meskipun bisa membahayakan. Salah satu kunci agar ikan beracun ini aman dikonsumsi terletak pada bagaimana cara seorang chef dalam menyajikan hidangan ikan fugu tersebut. 
 
Untuk bisa menjadi chef yang dapat menyajikan ikan fugu ini, seorang chef tersebut harus berlatih selama berpuluh tahun. 

embed(Blowfish atau ikan fugu beracun. Jangan asal mencoba jika tak disajikan oleh chef yang ahli. Foto: Unsplash.com)

Chef Yutaka Sasaki asal Jepang bercerita tentang kisahnya

“Saya memulai karier saya sebagai chef ketika saya berusa 18 tahun,” ujarnya. “Dan saya sudah menjadi chef spesialis ikan fugu selama 45 tahun. Jika seseorang ingin memasak ikan fugu, membutuhkan setidaknya waktu 10 tahun waktu pelatihan atau magang," katanya.

"Baik ikan fugu jantan maupun betina keduanya mengandung racun. Darah ikan fugu mengandung toksin mematikan yang disebut tetrodoksin,” jelas Chef Sasaki. 
 
Menurut Chef Sasaki, mengonsumsi ikan fugu merupakan salah satu kemewahan. 

“Banyak orang yang belum pernah mencoba ikan fugu, tetapi mereka ingin bisa mengonsumsi ikan fugu setidaknya satu kali selama hidup mereka. Ikan fugu memiliki rasa yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Sesuatu yang misterius dan sangat enak,” tuturnya. 
 
“Ketika kamu memasukkan dagingnya ke mulut, kamu bisa merasakan kelembutan daging ikan fugu ini,” ujar Chef Sasaki. 

Ia juga menambahkan bahwa menyajikan hidangan ikan fugu merupakan perpaduan antara kerja keras dan seni. “Cara penyajian yang bagus dapat menonjolkan keindahan dari ikan fugu itu sendiri,” ujarnya. 
 
Ia juga mengatakan bahwa menyajikan ikan fugu bukanlah tugas yang sederhana. “Kamu harus memiliki komitmen yang besar dalam melakukan prosesnya. Ketika saya menyajikan ikan fugu, saya menyadari bahwa nyawa orang lain ada di tangan saya sehingga saya harus menyajikannya dengan sangat berhati-hati,” ujar Chef Sakaki. 
 
“Hidangan ikan fugu ini benar-benar aman. Jika kamu melihat aku yang menyiapkannya, maka kamu akan bisa merasa aman juga. Hidangan yang otentik tidak hanya membutuhkan bahan-bahan yang otentik, tetapi juga kemampuan yang otentik. Hidangan ini harus dihidangkan dengan kemampuan super, yang hanya bisa dilakukan oleh chef yang terlatih,” tutupnya.


(tin)

RELATED ARTICLE