FITNESS & HEALTH

Riset Genom Sequencing untuk Kembangkan Vaksin Covid-19

Raka Lestari
Senin 27 Juli 2020 / 13:06

Jakarta: Whole genome sequencing (WGS) atau pengurutan genom adalah proses penentuan urutan materi genetik (DNA/RNA) secara lengkap virus pada satu waktu. Penelitian mendalam mengenai karakteristik molekuler virus SARS-CoV-2 (covid-19) ini dibutuhkan sebagai fondasi berbagai riset lainnya.

“Riset merupakan fondasi untuk melakukan inovasi. Riset genome sequencing SARS-CoV-2 ini menjadi penelitian dasar untuk mengenal karakteristik spesifik virus yang ada di Indonesia,” jelas Prof. Herawati Sudoyo, PhD, Ilmuwan bidang biologi molekuler sekalikus Wakil Kepala bidang Riset Fundamental LBM Eijkman, dalam Diskusi Media Virtual L’OREAL Indonesia – Lembaga Eijkman, Jumat, 24 Juli 2020. 

Ia menjelaskan bahwa hasil dari genome sequencing ini dapat digunakan untuk melakukan berbagai riset lanjutan. Misalnya, tentang evolusi dan penyebaran virus SARS-CoV-2, pengembangan vaksin, maupun obat antivirus. 

embed

(Penelitian mendalam mengenai karakteristik molekuler virus SARS-CoV-2 (covid-19) ini dibutuhkan sebagai fondasi berbagai riset lainnya. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

“Sejumlah 100 spesimen klinis yang telah terkonfirmasi positif covid-19 dari seluruh Indonesia berdasarkan metode realt-time reverse transcription-polymerase chain reactions akan dipilih untuk dilakukan karakterisasi genom lengkap SARS-CoV-2,” ujar Frilasita Aisyah Yudhaputri MbiomedSc, coordinator proyek di dalam Emergin Virus Research Unit (EVRU) LBM Eijkman Indonesia. 

Menurutnya, dua tujuan utama yang menjadi inspirasi dan yang diharpkan bermanfaat, tidak hanya bagi kalangan peneliti. Tetapi juga di dunia adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaterisasi genom lengkap (WGS) SARS-Cov-2 dari spesimen klinis covid-19 seluruh Indonesia serta membagi protokol standar WGS Covid-19 sebagai bentuk dukungan untuk penelitian di Indonesia. 

Saat ini, Prof Hera juga menyebutkan bahwa lBM Eijkman bekerja sama dengan industri dalam pengembangan vaksin untuk covid-19. “Kita harus bekerja sama dengan industri, dan salah satunya adalah Bio Farma. Kita membuat bibit vaksin, kemudian diperbanyak. Nah itulah yang diuji cobakan,” tutupnya.  


(yyy)