FITNESS & HEALTH

Kenali Berbagai Jenis Sakit Kepala dan Gejalanya

Gervin Nathaniel Purba
Senin 22 Juni 2020 / 10:51

Jakarta: Sakit kepala menjadi suatu penyakit yang paling sering dialami oleh banyak orang. Rasa sakit yang berdenyut itu terasa seperti seseorang memukul kepala dengan palu dan cukup membuat kita lemah dalam hitungan menit.

Banyak hal yang dapat memicu sakit kepala, seperti sulit tidur atau stres. Tetapi jika mengalaminya lebih sering, mungkin karena beberapa kondisi tertentu yang perlu diperiksa lebih lanjut sebelum rasa sakit tersebut bertambah parah.

Berikut adalah berbagai jenis sakit kepala dan reaksi yang ditunjukkan tentang kesehatan fisikmu: 

1. Sakit kepala tegang

Dikutip Times of India, ini adalah jenis sakit kepala yang paling umum dialami orang-orang karena kontraksi otot-otot di dahi.

Biasanya, kepala merasakan sakit, pegal di seluruh dahi, leher, kulit kepala, dan otot bahu. Sakit kepala tegang sering dipicu oleh stres, kebisingan, asap, atau menatap layar biru gadget terlalu lama. Terkadang dehidrasi juga memicu sakit kepala semacam ini.

2. Migrain

Migrain menyebabkan nyeri hebat. Hanya terasa di satu sisi kepala. Sakit kepala semacam ini dapat bertahan selama berhari-hari.

Seseorang yang menderita migrain mengalami peningkatan kepekaan terhadap cahaya, suara, dan bau. Dalam beberapa kasus, migrain juga disertai dengan mual dan muntah.

3. Sakit kepala cluster

Ini adalah sakit kepala yang parah dan berulang. Sering dirasakan hanya di satu sisi kepala, terutama di belakang mata.

Orang yang mengalami sakit ini akan mengalami rasa panas yang membakar, rasa sakit yang menusuk, mata berair, dan sensitivitas yang ekstrim terhadap cahaya.

Sakit kepala cluster muncul cukup tiba-tiba dan dapat bertahan selama 15 menit hingga tiga jam. Mereka biasanya terjadi pada waktu yang sama setiap hari dan seseorang dapat menderita sakit kepala cluster sekitar delapan kali dalam sehari.

Asupan alkohol yang berlebihan dan sering merokok sering kali memicu sakit kepala jenis ini.

embed

(Sekitar 60 persen wanita mengalami sakit kepala hormonal. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

4. Sakit kepala sinusitis

Infeksi atau alergi yang menyebabkan peradangan pada sinus sering menyebabkan sakit kepala sinusitis. Gejala umum termasuk rasa sakit yang terus-menerus di sekitar mata, pipi, dan dahi, yang memburuk dengan gerakan.

5. Sakit kepala hormonal

Fluktuasi hormon karena menstruasi dan kehamilan adalah alasan di balik sakit kepala hormonal. Kamu mungkin mengalami sakit kepala jenis ini sebelum, selama, atau tepat setelah menstruasi dan ovulasi. Sekitar 60 persen wanita mengalami sakit kepala semacam ini.

6. Sakit kepala karena kafein

Sakit kepala jenis ini dipicu oleh asupan kafein yang berlebihan. Kafein memengaruhi aliran darah di otak kita. Dan, jika mengonsumsinya terlalu banyak dalam sehari dapat memicu sakit kepala.

Sakit kepala kafein lebih sering terjadi pada orang yang sering mengalami serangan migrain. Lebih baik mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang. 250 ml kopi, dua kali sehari lebih dari cukup.

7. Hipertensi

Tekanan darah tinggi juga dapat membuat sakit kepala dari waktu ke waktu. Ini dipicu ketika tekanan darah menjadi terlalu tinggi.

Ini sebenarnya merupakan tanda yang mengkhawatirkan. Seseorang mungkin merasakan sakit berdenyut di kedua sisi kepala. Mungkin juga disertai dengan perubahan penglihatan, mati rasa, mimisan, nyeri dada, atau sesak napas.


(yyy)