FITNESS & HEALTH

Begini Cara Bedakan Gejala Migrain dengan Stroke

Sunnaholomi Halakrispen
Selasa 11 Februari 2020 / 11:21

Jakarta: Ketika mengalami sakit kepala, sering kali kita hanya menganggapnya sekadar pusing atau masuk angin saja. Padahal, sakit kepala bisa jadi pertanda kamu mengalami gejala migran atau stroke. 

Dilansir dari Web MD, meskipun migrain dan stroke memiliki gejala sakit kepala yang hampir mirip. Nyatanya, masih ada perbedaan yang perlu kamu ketahui. 

Apa itu stroke?

Selama stroke, aliran darah ke bagian otak kamu terputus. Sel-sel di sana tidak mendapat cukup oksigen dan mulai mati.

Mungkin ada dua penyebab. Entah pembuluh darah tersumbat, misalnya dengan bekuan darah, atau pembuluh darah robek atau pecah dan menyebabkan perdarahan di atau sekitar otak.

Sakit kepala parah yang tiba-tiba bisa menjadi tanda stroke. Gejala umum lainnya, yaitu mati rasa atau kelemahan, terutama di satu sisi tubuh kamu. 
Kesulitan berbicara atau kesulitan memahami orang lain juga bisa menjadi tanda stroke. 

Kemudian, adanya masalah penglihatan di satu atau kedua mata, pusing mendadak atau kehilangan keseimbangan, koordinasi serta kebingungan. Jenis stroke yang cenderung disalahartikan sebagai migrain disebut transient ischaemic attack (TIA). 

TIA juga dikenal sebagai stroke ringan, karena aliran darah ke otak kamu terputus hanya untuk waktu yang singkat. Gejalanya kurang parah dibandingkan dengan stroke biasa dan dapat berlangsung kurang dari satu jam.

Apa itu migrain?

Migrain merupakan penyakit yang menyebabkan serangan sakit kepala yang berulang bersamaan dengan gejala lain. Seperti sakit kepala disertai mual, muntah. Kemudian, kepekaan terhadap cahaya, suara, bau, atau sentuhan. 

Rasa sakitnya mungkin berdenyut dan kamu biasanya merasakannya di satu sisi kepala di sekitar mata atau pelipis. Migrain dengan aura adalah jenis yang dapat dikacaukan dengan stroke.

Aura memengaruhi indera kamu dan biasanya terjadi sebelum sakit kepala. Saat mengalami aura kamu mungkin akan melihat kilatan cahaya, garis zig-zag, dan bintik-bintik buta. Mungkin kamu juga akan merasa kesemutan atau mati rasa di lengan, kaki, atau wajah.

Terkadang, kamu akan mengalami gejala-gejala tersebut, tetapi tidak pernah mengalami sakit kepala. Itu cenderung terjadi lebih sering, seiring bertambahnya usia.

embed

(Aura memengaruhi indera kamu dan biasanya terjadi sebelum sakit kepala. Saat mengalami aura kamu mungkin akan melihat kilatan cahaya, garis zig-zag, dan bintik-bintik buta. Mungkin kamu juga akan merasa kesemutan atau mati rasa di lengan, kaki, atau wajah. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)

Untuk mengetahui bagaimana perbedaan antara migrain dan stroke, memang sulit. Tipsnya, pahami bahwa ketika stroke, gejala biasanya datang tiba-tiba. Sedangkan migrain, gejalanya terjadi secara bertahap karena sakit kepala biasanya mulai dari kecil hingga menjadi lebih menyakitkan.

Stroke lebih mungkin untuk memiliki apa yang disebut gejala negatif, seperti kamu mungkin kehilangan pandangan di satu mata atau kehilangan perasaan di salah satu tangan atau kakimu. Kalau migrain justru cenderung memiliki gejala positif, ada sensasi tambahan seperti kilatan di penglihatan atau kesemutan di kulit.

Wanita perokok lebih berisiko

Jika kamu masih berusia muda, kemungkinan besar kondisi yang dialami adalah migrain. Jika kamu lebih tua, lebih cenderung menjadi stroke, terutama jika  belum pernah mengalami migrain sebelumnya dan kamu juga memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau detak jantung yang tidak teratur.

Sementara itu, dokter tidak tahu pasti bagaimana migrain dan stroke dihubungkan. Mereka tahu bahwa orang yang menderita migrain dengan aura memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk terserang stroke dibandingkan orang yang tidak menderita migrain sama sekali.

Risikonya naik jika kamu adalah seorang wanita muda yang merokok dan minum pil KB. Migrain tanpa aura tampaknya tidak memengaruhi peluang kamu terkena stroke. Tetapi mereka mungkin membuat kamu lebih mungkin memiliki masalah terkait jantung dan lain sebagainya.


(yyy)