FITNESS & HEALTH

Benarkah Pil KB dapat Sebabkan Migrain?

Sunnaholomi Halakrispen
Senin 24 Agustus 2020 / 17:33

Jakarta: Sejumlah orang mengatakan pil KB (keluarga berencana) menyebabkan migrain atau sakit kepala luar biasa. Namun, beberapa orang menemukan bahwa pil KB justru membantu meringankan sakit kepala mereka.

Orang dengan migrain yang mengonsumsi pil yang mengandung estrogen mungkin lebih mungkin mengalami stroke. Oleh sebab itu, penting untuk mendiagnosis jenis sakit kepala yang dialami seseorang dan memilih kontrasepsi hormonal yang sesuai.

Dikutip dari Medical News Today, beberapa pil KB mengandung hormon yang mencegah ovarium melepaskan sel telur. Jenis pil lain membuat telur lebih sulit ditanamkan di lapisan rahim.

Beberapa orang sensitif terhadap hormon dalam pil KB, terutama estrogen. Penderita migrain mungkin sangat sensitif terhadap perubahan hormonal. Mereka mungkin memperhatikan bahwa sakit kepala mereka semakin parah pada titik-titik tertentu selama siklus menstruasi mereka.

Di sisi lain, seseorang yang menggunakan kontrasepsi hormonal biasanya mengonsumsi pil aktif yang mengandung hormon selama tiga minggu. Juga pil tidak aktif, yang tidak mengandung selama satu minggu.

embed

(Migrain sering terjadi dengan gejala lain, seperti mual, muntah, kepekaan terhadap cahaya, aura visual, yang dapat muncul sebagai kilatan di sudut penglihatan. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Ketika, seseorang meminum pil tidak aktif kadar estrogennya tiba-tiba turun. Ini bisa memicu sakit kepala, termasuk migrain. Orang yang tiba-tiba mengalami peningkatan sakit kepala saat mulai minum pil KB kemungkinan besar bereaksi terhadap perubahan hormon ini.

Sementara itu, migrain sering terjadi dengan gejala lain, seperti mual, muntah, kepekaan terhadap cahaya, aura visual, yang dapat muncul sebagai kilatan di sudut penglihatan. Migrain dapat mulai muncul saat seseorang sedang tidur atau sebagai respons terhadap pemicu tertentu.

Namun, migrain yang dirasakan berbeda dengan sakit kepala karena tegang, yang seringkali dapat diperbaiki dengan tindakan pijatan. Migrain juga sering bertambah parah saat seseorang berdiri dan bergerak. Dan, rasa nyeri biasanya berupa sensasi berdenyut di satu sisi kepala.

Cara Penanganan 

Pemakaian alat kontrasepsi untuk keperluan KB bisa menyebabkan sakit kepala ataupun tidak, tergantung pada masing-masing orang. Perlu diketahui, sakit kepala biasanya bukan pertanda masalah medis yang serius. Namun, penting untuk menemui dokter tentang gejala baru apa pun yang kamu alami.

Sebab, seorang profesional medis atau tenaga kesehatan dapat mendiagnosis penyebab sakit kepala. Juga, membantu seseorang untuk memutuskan apakah jenis kontrasepsi tertentu dapat mengurangi frekuensi atau tingkat keparahannya.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat migrain mulai menyerang, seperti:

1. Membuat jurnal

Saat mengidentifikasi penyebab sakit kepala, ada baiknya membuat jurnal atau catatan mengenai sakit kepala. Sakit kepala mungkin tidak terkait dengan kontrasepsi hormonal, atau mungkin terjadi akibat penurunan estrogen yang tiba-tiba bukan karena efek samping pil.

Jurnal yang telah dibuat itu bisa dipelajari untuk memahami perkembangan diri. Selain itu, mencatat sakit kepala selama satu siklus menstruasi penuh juga dapat memberi dokter gambaran gejala yang lengkap.

embed

(Bagi penderita migrain penting untuk mempertimbangkan risiko dan manfaat kontrasepsi hormonal. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

2. Cari perawatan medis darurat

Di sisi lain, sangat jarang sakit kepala bisa menandakan masalah yang mengancam jiwa, seperti stroke. Namun, kamu perlu mencari perawatan medis darurat ketika muncul sakit kepala yang sangat parah dan berbeda dari sakit kepala sebelumnya. 

Kemudian, ketika terjadi dengan kebingungan atau kehilangan kesadaran. Juga saat sakit kepala disertai dengan kelumpuhan wajah atau senyum yang bengkok.

Perhatikan juga ketika terjadi dengan kelemahan atau kesulitan mengangkat kedua lengan. Bagi orang yang mengalami migrain dan peningkatan risiko stroke, gejala tambahan mungkin memerlukan perawatan darurat. Pastikan kepada dokter tentang detail kondisimu ya.

3. Pertimbangan alat kontrasepsi

Sementara itu, bagi penderita migrain penting untuk mempertimbangkan risiko dan manfaat kontrasepsi hormonal. Banyak orang lebih suka menggunakan pil yang hanya mengandung progestin. Bebas dari estrogen, mereka tidak membawa risiko yang sama. 

Sejumlah orang lainnya memilih pil yang mengandung estrogen tingkat rendah. Pil bebas estrogen dan rendah estrogen juga dapat menurunkan risiko efek samping lain.

Beberapa orang di Amerika Serikat salah mengira sakit kepala parah sebagai migrain. Maka, penting untuk menerima diagnosis dokter, agar dapat mengetahui pengobatan mana yang lebih baik.


(yyy)